Tampilkan postingan dengan label jilbab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jilbab. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2009

Masalah Ketombe dan Jilbab

Ketombe (dandruff) adalah kelainan penglupasan kulit ari pada kulit kepala. Istilah ketombe yang dikenal awam, dalam dunia medis sebenarnya adalah suatu kelompok penyakit, merupakan spektrum dari yang ringan (pitiriasis sicca), sedang (eksim kulit berminyak / dermatitis seboroik) sampai dengan berat (psoriasis). Ketombe bisa terdiri dari satu atau gabungan penyakit dalam spektrum tersebut. Gejalanya mirip, berupa sisik kulit kepala, kadang gatal dan mungkin disertai kerontokan rambut.

Banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya ketombe, antara lain, kulit berminyak, adanya jamur (Pityrosporum), kulit sensitif (atopik), keturunan / genetik, daya tahan tubuh, nutrisi, kelainan syaraf / neurologis, dan fisik (suhu dan kelembaban).
Rasa gatal umumnya timbul bila udara panas dan berkeringat karena kelenjar minyak di kulit kepala menjadi lebih aktif pada keadaan tersebut. Luka di kulit kepala terjadi akibat garukan dan bisa timbul infeksi. Kerontokan rambut dapat terjadi akibat penyakitnya sendiri atau akibat garukan.

Dengan kondisi yang Anda derita, sebaiknya berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat. Disamping itu perlu diperhatikan cara pemakaian jilbab yang baik, supaya salah satu faktor pencetus yang telah disebutkan di atas yaitu faktor fisik (suhu dan kelembaban), tidak memperberat keadaan. Perlu diketahui bahwa jilbab tidak menyebabkan ketombe. Telah dibuktikan melalui penelitian dr. Detty DK di FKUI Jakarta tahun 2001, ternyata tidak ada hubungan bermakna antara pemakaian jilbab dengan ketombe.

Berikut ini tips sehat memakai jilbab:

Pilih bahan katun / sutra alam atau bahan lain yang menyerap keringat dan cukup berpori.
Lapisan dalam (dalaman) juga dari bahan katun dan jangan terlalu sering yang berbentuk topi, pakai bando atau tidak usah pakai sama sekali. Lapisan jilbab luar jangan lebih dari 4 lapis. Pilih warna jilbab putih atau warna muda lain kalau banyak beraktivitas di bawah sinar matahari.

Jangan menutup rambut ketika masih basah. Rambut perlu dibuka, diurai dan dianginkan di rumah / di lingkungan mahram. Cara memakai jilbab sebaiknya ‘dilepas’ menutupi dada, jangan terlalu sering diikat ke leher , agar sirkulasi udara lebih baik.

Dr. Dewi Inong Irana SpKK
Puan Jakarta Boutique Clinic
www. noor.co.id

Minggu, 11 Januari 2009

Tips merawat jilbab kita

Jilbab-jilbab kita juga membutuhkan perhatian khusus agar tidak kehilangan keindahan corak dan warnanya. Berikut beberapa tips agar koleksi jilbab kita tetap awet .

1. Simpanlah kerudung dalam lemari atau tempat khusus
dan lipat dengan rapi. Jangan ditumpuk dengan pakaian lain,
agar tidak kusut ketika akan digunakan

2. Cucilah kerudung dengan sabun atau detergent
dan hindari dengan mesin cuci

3. Keringkan kerudung dengan pengering mesin cuci
atau jemurlah. Untuk keawetan warna,
jangan terkena sinar matahari langsung

4. Setrikalah dengan suhu sedang,
jangan terlalu panas

5. Berikan pewangi pada kerudung anda di tempatnya,
agar saat dipakai terasa segar

Jumat, 02 Januari 2009

Tips Lain Dalam Berjilbab

Berikut adalah tips lain dari Rumah Khansa yang dapat dijadikan pertimbangan dalam mengenakan busana jilbab :

1. Berjilbablah dengan ikhlas untuk mendapatkan kenyamanan dan pahala ibadah dari Allah SWT.

2. Sesuaikan warna dan model jilbab anda dengan suasana, aktifitas dan busana yang dikenakan

3. Pilihlah jenis jilbab sesuai dengan cuaca, jika dalam keadaan panas pilihlah yang agak tipis dan yang agak tebal jika cuaca agak sejuk dan dingin

4. Untuk mendapatkan penampilan yang ceria, pilihlah warna atau corak yang terang.

5. Untuk kelihatan lebih anggun, gunakan jilbab yang berwarna lembut atau gelap.

6. Jika anda kesulitan memilih warna jilbab, pilihlah warna netral (hitam, putih , coklat ).

7. Agar terlihat lebih menarik, variasikan jilbab anda dengan accesories jilbab seperti bandana (bando), bros, payet dan lain-lain.

Kamis, 30 Oktober 2008

Tips Siasat cantik pengguna Jilbab

Memilih untuk berbusana muslim bukan berarti tak bisa ikut tampil modis dan menarik. Kami berikan panduannya:

WAJAH
Kerudung membuat frame wajah menyempit karena rambut yang tadinya jadi penyeimbang wajah kini tak ada lagi. Siasati dengan pemilihan warna kerudung berwarna polos, seperti hitam, coklat, atau putih. Untuk gaya riasan, hindari membentuk alis dengan garis yang tegas dan tebal karena cara ini justru bisa 'mempersempit' wajah.

RAMBUT
Rambut yang terus-menerus ditutupi kerudung biasanya jadi mudah rontok dan gampang berminyak akibat sirkulasi udara di kulit kepala kurang lancar. Untuk mengatasinya, Anda perlu memberi perhatian lebih pada mahkota tersebut.

Cucilah rambut setiap hari dengan sampo yang ringan lalu berikan conditioner di bagian ujung rambut serta tonik rambut untuk mencegah kerontokan. Setiap ada kesempatan, bukalah jilbab lalu angin-anginkan kulit kepala. Lakukan perawatan rambut di salon minimal seminggu sekali.

BUSANA
Seiring banyaknya pengguna busana muslim, kini tak sulit lagi mencari busana yang modern dan chic, bahkan mengikuti tren. Untuk pakaian kerja, sebenarnya pakaian formal yang biasa dipakai untuk ke kantor bisa dikenakan sebagai busana muslim. Tinggal pilih yang sesuai kaidah saja, misalnya rok panjang, kerah menutup leher, dan sebagainya. Pilih warna kerudung yang senada. Jangan ragu untuk bereksperimen dengan beragam vest, cropped jacket, serta aksesori.

Senin, 06 Oktober 2008

5 Tip Sukses Berkerudung

Menurut teori fashion, titik perhatian gaya muslimah ada pada kerudungnya. Warna dan styling jadi tumpuannya.Kerudung dan busana jelas saling menunjang. Busana indah tak akan berarti apa-apa tanpa kerudung yang tepat. Kerudung yang tertata canggih akan kehilangan pesonanya bila tidak sesuai dengan jiwa busana. Ini adalah point dasar yang harus Anda sepakati untuk melangkah dalam 10 tip kesuksesan berkerudung ini.

1. Pahami karakter wajah
Pahami prinsip keseimbangan. Bila bentuk wajah kurang ideal, jadikanlah tampak lebih proporsianal melalui ketepatan pemilihan ciput—yang merupakan ‘lingerie’ dasar .
Menurut teorinya:
- Wajah bulat: Ciput ber-pet lebar dan ‘jatuh’ hingga tulang pipi.
- Wajah segitiga: Ciput ber-pet sedang.
- Wajah persegi: Cipit ber-pet sedang dan ‘jatuh’ hingga batas tulang pipi.Namun, ciput-ciput tersebut harus Anda coba dan rasakan. Setiap wajah memiliki keunikan yang kadang harus disikapi dengan pemilihan ciput yang lebih spesifik. Misalnya, ada wajah bulat yang memerlukan ciput sesuai kriteria teori di atas, namun dengan satu catatan-- bagian pet-nya harus berbentuk mendatar karena kondisi anak rambut yang menyebar hingga dahi.

2. Pahami material dan warna kerudung
Hal ini berkaitan dengan penggayaan yang hendak Anda terapkan. Bahan yang lembut cocok untuk gaya yang lebih ‘kompleks’—misalnya untuk dibentuk menjadi corsage, pita, dan sebagainya.. Sementara kerudung bertektur agak kaku atau keras, cocok untuk ditata dalam gaya basic , misanya menjuntai menutup dada.Soal warna, hati-hati. Ketepatan pemilihannya akan menentukan cerah tidaknya wajah Anda. Pilih yang sesuai dengan tone kulit. Warna-warna hangat seperti oranye, peach, hijau tosca, abu-abu kehijauan untuk kulit yang cenderung ke arah kuning. Dan warna-warna dingin, seperti pink, ungu, biru langit, abu-abu, untuk kulit yang cenderung ke arah merah.

3. Sesuaikan dengan bentuk leher busana
Busana muslim idealnya berleher tinggi. Leher rendah dan lebar akan menyulitkan dalam penataan kerudung.
Untuk leher tinggi tertutup (kerah cina, misalnya), kerudung dapat digayakan sesuai selera—ketat memeluk leher, atau menjuntai. Untuk kerah gaya kemeja, Anda tetap dapat mengeksposnya dengan membentuk aksen dasi/syal.

4. Terapkan gaya simpel & atraktif
Kerudung sangat terbuka untuk ditata dalam banyak gaya. Pilihannya ada ditangan Anda. Untuk penerapan sehari-hari, pilih gaya yang praktis, yang dapat Anda kerjakan secara cepat tanpa memerlukan bantuan banyak peniti atau jarum pentul.
Miliki beberapa hiasan dasar kerudung yang simpel, seperti bandana rajut, corsage, buckle multiguna. Di atas kerudung instant (bergo), aksesosis ini menjadi pelengkap gaya yang dapat diandalkan.

5. Jangan segan meminta jasa kerudung stylist
Untuk penataan yang lebih rumit, misalnya yang memerlukan elemen tiga kerudung, bentuk sanggul, aplikasi lipit-lipit, dianjurkan untuk memakai jasa penata kerudung. Bila memaksakan diri, ada beberapa resiko yang akan Anda hadapi. Seperti, bila penyematannya kurang kuat, kerudung akan terlepas.

Kamis, 25 September 2008

Tips Rambut Berjilbab Tetap Sehat

Bagi anda yang sering menutupi rambut dengan jilbab, topi atau sejenisnya kesehatan rambut harus anda perhatikan. Udara yang minimalis dalam jilbab ternyata bisa merusak rambut anda. Untuk itu simak tips berikut ini:

1. Pilihlah kerudung atau jilbab dari bahan yang mudah menyerap keringat. Seperti katun atau kaos. Bahan kain yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di kepala.

2. Anda suka model kerudung modern. Boleh saja anda mengkreasikan model kerudung anda hingga berlapis-lapis. Tapi ingat jangan lebih dari 4 helai ya. Semakin tebal kerudung anda, makin sulit rambut anda bernafas.

3. Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu sering dan kencang. Selain membutat rambut sulit bernafas, hal ini juga berpotensi untuk membuat kulit kepala lembab.

4. Jika hendak menggunakan jilbab lebih baik anda mengurai rambut anda atau jangan mengikatnya terlalu kencang. Untuk menghindari rambut yang digulung sebaiknya jangan biarkan rambut anda penjang melebihi 60 cm.

5. Hindari warna gelap untuk kerudung atau jilbab. Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas anda lebih banyak di bawah sinar matahari lebih baik pilih warna lembut atau putih.

6. Jangan terlalu sering mengikat kerudung anda di bagian leher. Udara yang keluar masuk ke rambu anda akan semakin menipis jika anda mengikat kerudung di leher. Kerudung sebaiknya dilepas hingga bagian tepinya menjuntai agar rambut muda bernafas.( www.anekakerudung.com )

Selasa, 23 September 2008

Tips Merawat Jilbab ( bahan sutra)

Sebaiknya dicuci dengan shampo. Caranya dengan mencelupkan jilbab pada air yang telah diberi shampo, biarakan beberapa saat. Hindari memeras jilbab berbahan sutra. Jemur ditempat yang teduh agar warna dan kelembutan bahan sutra tidak memudar.
Hindari mencuci jilbab berbahan sutra dengan deterjen, dan menggunakan mesin cuci serta dijemur dibawah terik matahari.